Disini, mereka sebut abadi. Aku diam bersama ingatan tentang kita, aku dekap dan aku ucapkan dengan masih sangat jelas nama kamu itu.
Walau kini tiada lagi wujud yang selalu aku tunggu. Tanpa pernah disangka saat aku menemukan kamu, begitu pula saat kamu menemukan aku. Satu, dua, tiga, dan seterusnya.
Berapapun waktu yang sudah berjalan, perlahan lebur menjadi tunggal. Bersama kita lenyap menjadi tiada, yang merka bilang ini kehidupan. Aku dan kamu diam bersama di dalam ruang kesenduan yang cukup lama.
Masihkah kamu mengenali aku?
Masihkah aku mengenali kamu?
Berjuta kata telah kita ucapkan, hanya untuk tahu tiada kasih selain cinta. Meski tak terkira banyaknya nama yang dicipta. Inilah kenangan yang kucuri simpan. Inilah kenangan yang aku sisipkan di sela mentari dan bulan. Ingatan pertama dan terakhir. Yang bersembunyi saat kamu hadir

Tidak ada komentar:
Posting Komentar