Maleeeem readers dan bloggerkuhhh! Yah ketemu lagi deh sama gue. Malem ini gue mau cerita tantang petualangan gue bersama crewXB Smunda2015. The most beautiful moments during class 10! Perjalanan mendaki gunung dan puncak Jayagiri di Kota Kembang ini. Tepatnya di daerah Lembang. Dan berikut perjalanannya menuju puncak Jayagiri. So amazing brobro! Tapi sayang gue telat ngepost-nya:(
Jadi tepatnya pada tanggal 11, bulan Mei 2013, gue beserta crewXB sepakat mengadakan ekspedisi ke sebuah tempat yang namanya Puncak Jayagiri. Kita serempak buat berkumpul di depan sekolah. Katanya sih jam 6.00 pagi harus udah ngumpul. Ya kebiasaan orang indonesia lah, ngaretsss. Akhirnya kita semua otw jam 6.30-an karena nunggu beberapa orang dulu. Buat mencapai trek ke sana, kita pakai kendaraan bak terbuka buat cewenya. Dan yang cowo pake motor. Hahaha entah kenapa gue meminta naik motor.......
Nah sebelum berangkat kita sempet-sempetnya narsis depan sekolah guys.
Setelah melewati jalanan Lembang yang berkelok-kelok, ya lumayan lah aksesbilitas ke Jayagiri cukup baik sejak ada jalan Raya Lembang. Mampu dilalui oleh kendaraan roda 2 dan roda 4, alaupun ± 500m menjelang portal Jayagiri, jalanan cukup buruk dengan banyaknya lubang dan pecahan kerikil di mana-mana. Ujung jalan tersebut berakhir pada pelataran parkir kecil semi permanen yang cukup menampung 6 mobil sekaligus. Wana Wisata ini dapat dicapai dari Kecamatan Lembang (2km). Dengan membayar tiket masuk (plus asuransi dari perhutani) idr.2.000, ekspedisi bisa langsung dimulai. Akhirnya sebelum benar-benar sampai di atas, kita semua mengadakan berdoa bersama supaya dilindungi Allah SWT supaya bisa balik lagi dengan selamat yang dipimpin sama KM kita.
| Suasana Berdoa Menuju Puncak Jayagiri |
Tarik maaaannggg…….!
± 150m setelah portal Jayagiri, tanjakan mulai terlihat. ± 5 menit kemudian, kita akan menemukan 2 rute hiking, rute kiri adalah jalur pipa air dari mata air Jayagiri, relatif “agak landai”. Dan rute kanan (klasik) dengan banyaknya trap-trap tanjakan yang bikin dengkul dan paru-paru bekerja ekstra keras. Karena niatnya hiking, ya kita pilih rute kanan.
Memerlukan ± 45 menit trekking normal untuk menemukan shelter pertama. Hamparan shelter alam, dataran seluas ± 5m yang cukup untuk 2 halfdome tent gue rasa, jika kita ingin flying camp. Meredakan detak jantung 2-3 kali lipat dari biasanya dengan beberapa teguk air mineral dan gula merah yang kita bekal, membiarkan badan tersapu angin dingin Jayagiri, memberikan sensasi tersendiri. Berasa hampir melayang, beneran… (Ok bro, turunkan kembali kaki ke bumi. Tanjakan masih banyak).
Dari shelter pertama ini, gue crossing point ke rute kanan. Secara teknis rute kiri dan kanan sebenarnya berdampingan dengan jarak hanya ± 5 meter saja. Dan saat itu juga ada rombongan yang lewatnya trek kiri. Trekking terasa lebih amazing karena rutenya “tidak terlalu bersahabat” dibanding rute kiri. Dengan trekking normal, hanya memerlukan ± 30 menit untuk menemukan shelter kedua, sebuah dataran seluas ± 20m2, dengan warung makanan dan minuman instan plus 3 kursi panjang terbuat dari bambu, hoorreeeyyyy.
![]() |
| Suasana setelah mencapai shelter ke-dua |
Saat treking melalui rute klasik untuk pendakian ke puncak gunung Tangkuban Perahu via Jayagiri (dalam lanscap rapatnya ratusan pinus dan puspa), gue menemukan sedikitnya 3 view spot terbaik untuk melihat bentangan pemandangan kota Bandung, Cimahi dan sekitarnya. Penawar terbaik untuk rasa lelah karena adrenalin yang terpacu oleh tanjakan terus menerus. Sambil beristirahat, menikmati makanan ringan yang kita bawa. Gue rasa dataran ini lebih mirip tempat transit. Pertemuan antara 2 rute klasik hiking Jayagiri, 1 rute offroad (Four Wheel Drive, Motocross, dan Downhil Mountain Bike), yang kemudian mengarah langsung ke gunung Tangkuban Perahu. Di sepanjang rute tersebut kita akan menemukan lagi 2 cross point. Cross point pertama akan mengarah langsung ke Hutan Wisata Cikole, asik banget buat camping ground, outbond, paintball wars atau airsoft gun. Dan cross point kedua akan berakhir di pelataran parkir bus pariwisata gunung Tangkuban Perahu. Di sini kalian bakal langsung nyium bau belerang eoooohhhh. But... How so aaaaamaaaazzzziiiiingggg right?



Tidak ada komentar:
Posting Komentar