Kamis, 21 Maret 2013

Pesan Dalam Hujan, Untuk Kamu


Malam ini hujan turun sangat deras sekali. Aku duduk mendekati jendela kamar dan membuka kerai jendela kamarku yang tertutupi air hujan. Tenang rasanya melihat mereka selalu membawa pesan-pesan yang tak pernah tersampaikan untuk pemiliknya. Suara hujan semakin terdengar. Aku selalu berfikir; apakah awan-awan itu sedang menangis layaknya aku yang selalu menangisi kamu?

Lemas, terasa lemah rasanya tubuhku yang gampang rapuh ini karena tumpahan air hujan tadi yang membuatku basah kuyup dan harus mengeringkan pakaian juga rambutku yang basah ini. Rasanya alat penciumanku sudah terkena influenza karena tidak dapat mencium aroma tanah saat terguyur air hujan. Atau hal yang menyebabkan virus ringan ini adalah; karena malam ini terlalu banyak mengeluarkan cairan bening dari mataku?

Aku selalu khawatir akan kabarmu. Aku disini selalu menunggu led ponsel berubah menjadi merah. Tapi? Aku sadar itu adalah hal terbodoh yang aku lakukan.

Malam ini, aku merasa kita terbatasi oleh jarak dan waktu. Baru saja aku merasa hadirnya seseorang dalam hidupku yang mungkin secara 'tiba-tiba' hadir namun, kenapa kamu malah menghilang? Menghilang bak ditelan oleh bumi yang bulat ini? Beberapa minggu atau bisa disebut hanya beberapa bulan lalu; kamu masih disini, disampingku dan menemaniku dalam hariku yang kurasa hitam. Kurasakan hangat tanganmu masih menggenggam tanganku, kurasakan guncangan tubuh yang saat itu memelukku dengan lembut, dan kulihat air wajahmu berseri ketika memandang diriku karena sikapku yang konyol dan bodoh.

Andai aku memiliki waktu yang lebih banyak, ingin rasanya aku menghabiskan hari-hariku dengan hal-hal yang bodoh. Hal bodoh yang selalu aku dan kamu buat sampai kita tertawa tiada hentinya.

Namun malam ini aku tersadar ketika itu semua hanyalah ilusi dan imajinasiku saja. Tak terasa, air mataku mengalir lebih deras lagi sampai suaranya tak terdengar akibat air hujan. Kamu mungkin berfikir aku selalu baik-baik saja disini, berfikir aku dalam keadaan bahagia dan tentram. Dengan seulas senyuman palsu yang kutunjukkan di hadapanmu, dengan mudah kamu percaya.

Kamu mungkin tidak akan pernah menyadari setiap malam aku selalu berdoa agar kita bertemu lagi, tapi lewat suara tenang air hujan ini ingin rasanya aku sampaikan kepada, KAMU.



 for 'you' message in the rain. 

 the rain always calm convey 


                       


something that is not delivered
-ZahraNurulF-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar