Rabu, 19 Juni 2013

Dinamika Kehidupan

Hai lagi, ketemu lagi sama gue. Udah lama aja nggak ngepost di sini. Karena too much busy. Sibuk sama UKK lah, event inilah-event itulah. Hmmm tapi akhirnya waktu luang dateng juga buat gue nulis lagi, oke salam pertama.... Oh iya, hay [lagi] para pembaca setiaku. Malem ini sebenernya gue lagi kehilangan 'sebagian' diri gue. Entah kenapa yang jelas gue juga nggak tau gue kenapa.

Malem ini rasanya cocok buat gue ngebahas tentang berbagai masalah yang lagi menerpa [cie] kehidupan. Sesuai dengan judul header gue aja, "life is sometimes above, sometimes below". Yap bener, hidup itu kadang di atas kadang di bawah. Beberapa orang beranggapan kalo hidup tuh nggak rame kalo nggak ada tantangan atau masalah. Tapi buat sebagian orang yang lain pemikirannya, udah paling males aja buat nanggepin masalah-nya. It's harder coymen dan ba-broh. Tentunya semua orang itu pengin terbebas dari masalah dan beban hidupnya masing-masing. Kebanyakan orang-orang tuh melihat orang lain cuma dari luarnya aja dan selalu memperlihatkan kalo dirinya baik-baik aja. Bukan bangga terhadap problem, tapi kita harus sadar akan itu. Karena kesuksesan dan kebahagiaan kadang berawal dari masalah.

You can see it's a problem or not, the problem was indeed part of our lives. Gue nulis ini karena ternyata problem orang-orang yang udah curhat ke gue hampir mirip semua, cuma kisahnya aja pada beda. Jelas. Semua manusia pasti punya masalah dalam hidupnya dan nggak mungkin bisa lepas dalam kata 'masalah'. Tapi masalahnya tergantung sama apa yang lagi dihadapin sama lo. Misalanya kek putus sama pacar terus galau nggak ketulungan, masalah sama temen, dijudge temen ataupun masalah dalem rumah. Semua masalah itu pasti pernah dialamin sama lo semua. Masalah nggak bisa selesai sama sendiri. Dan pastinya you need someone to share, to listen your problem.

Balik lagi. Terkadang kita suka mikir kan, kalo orang lain yang menilai kita? Tapi sebenernya yang tau persis diri kita sendiri, ya diri lo sendiri. Cuma lo yang bisa mengendalikan diri lo dan cuma lo yang bisa membawa diri lo ke jalan kesuksesan. Okey, terkadang seseorang suka men-judge orang lain. Seharusnya kita tanggepin bukan malah pake marah, tapi jadiin aja bahan introspeksi diri. Mungkin....kek sikap lo yang suka bikin orang jengkel ya kudu diilangin atau bisa juga kalo orang itu iri sama kelebihan yang lo punya. Try to look in the mirror. Yang nge-judge pun belum tentu mulia di hadapan Tuhan. Jadikan hidup yang selalu diiringi masalah ini menjadi pelajaran. 

Mungkin ilmu psikolog yang gue pelajari baru segini, so petik pelajaran yang bisa lo ambil dari posting-an gue malem ini, yang negative pasti harus diperbaikin;)





By: Zahra, masih 16tahun, calon psikolog.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar